keramik

Keramik

Adalah bahan padatan nonmetalik anorganik yang dibuat melalui proses pemanasan dan kemudian didinginkan. Keramik dapat mengandung padatan dengan struktur kristalin, sebagian kristalin atau amorf. Produk keramik adalah barang-barang dari zat anorganik, dalam bentuk bubuk halus, yang dengan penambahan air (suhu ruang) dibentuk dan dikeringkan lalui disinter/dibakar pada suhu di atas 900 oC hingga keras dan awet.

Bahan baku keramik

  1. Bahan baku silikat

Tanah liat dan campurannya. Tanah liat adalah aluminium silikat yang mengandung air. Dibedakan atas tanah liat primer dan sekunder. Terbentuk dari pelapukan feldspat dan mineral-mineral sejenis. Komponen utamanya adalah illit, montmorillonit dan kaolinit. Ukuran partikel sebesar 0,002 mm.

Bentonit

Bentonit adalah hasil pelapukan batuan vulkanik. Dalam jumlah sedikit sudah memberikan sifat plastis yang besar, memperbaiki kedapatbentukan dan ketetapan bentuk pada saat proses pengeringan karena kuat menyerap air. Bentolit juga memberikan efek penyusutan besar pada saat pengeringan, dan pada proses pembakaran dapat menyebabkan keretakan. Criteria pencampuran adalah untuk mendapatkan massa dengan kemudahan dibentuk, penyusutan yang kecil pada saat pengeringan dan pembakaran, ketetapan bentuk saat pembakaran, sedikit atau tanpa pewarnaan.

Kaolin

Kaolin disebut juga sebagai porselen, produk pelapukan feldspat. Terdiri dari kaolinit, aluminium silikat terhidrasi yang disertai oleh pasir kuarsa (SiO), feldspat dan mika. Yang terakhir dipisahkan dengan pengayakan. Produk akhir harus sedapaty mungkin plastis, bentuknya stabil saat pengeringan dan setelah pembakaran berwarna putih. Untuk mendapatkan sifat yang diinginkan, kaolin dari berbagai sumber dicampur, agar mudah dituang ditambahkan waterglas dan atau soda.

Bahan nonplastis

–       Feldaspat. Sifat zat peleleh (menurunkan titik leleh) lebih baik daripada kapur. Menghasilkan prosuk yang lebih rapat. Penyusutan saat pengeringan berkurang tetapi penyusutan pada pembakaran bertambah.

–       Quartz (merupakan zat pengurus) mengurangi penyusutan baik pada saat pengeringan maupun saat pembakaran, tapi memperburuk sifat plastis. Ditambahkan dalam bentuk pasir yang halus. Harus murni, untuk menghindari timbulnya warna.

–       Kapur. Ditambahkan dalam bentuk bubuk halus dari batuan kapur. Bersifat zat pengurus yang memperbaiki kestabilan bentuk pada saat pengeringan. Sedangkan pada saat pembakaran dia berfungsi sebagai zat peleleh. Titik sinter dan titik lelehnya terlalu berdekatan mengancam terjadinya perubahan bentuk pada saat pembakaran.

–       Schamotte/Fireclay/liat tahan panas. Meningkatkan porositas dan mengurangi penyusutan pada saat pengeringan dan pembakaran.

–       Mineral magnesium (talk, magnesit) member ketahanan tinggi terhadap perubahan suhu. Bahan ini ditambahkan untuk prosuk-produk elektronik

  1. Bahan baku oksida

Aluminium Oksida

Keramik aluminium oksida berbahan dasar alfa-Al2O3 korund. Dengan korund dihasilkan produk tahan api. Produk dengan aluminium oksida mengandung fasa gelas. Tingginya fasa gelas menurunkan suhu sinter, kekuatan dan ketahanan suhu.

Berillium Oksida

Dengan beryllium oksida diperoleh tegel untuk reaksi kimia dengan suhu sangat tinggi. Dengan BeO dapat diperoleh keramik isolator yang baik menghantarkan panas. Karena beracun dan mahal, BeO banyak diganti dengan aluminium oksida atau aluminium nitride untuk penghantar panas dan grafit untuk alat laboratorium suhu tinggi.

Oksida Lain

Bahan lain yang digunakan sebagai bahan baku keramik adalah ZrO2, dan aluminium titanat.

Bahan Baku Nonoksida

–       SiC untuk keramik kinerja tinggi. Sangat keras dan tahan secara kimiawi.

–       BN, boron nitride. Analog dengan grafit dan tanah suhu tinggi. Baru bereaksi dengan udara pada suhu 750 oC. borazon adalah materi terkeras setelah intan tetapi lebih tahan panas.

Borcarbid.

Benda terkeras ketiga setelah intan dan borazon. Dibuat pada suhu 2400 oC dari B2O3 dan C.

Non Oksida Lainnya.

bahan bak ukeramik non oksida lainnya : silicon nitride, aluminium nitride, dan wolfram karbida.

Pembentukan Keramik

  1. Pembentukan
  2. Pengeringan. Ada 3 tingkatan kekeringan .
    1. Leder hart (sekeras kulit) tidak lagi berubah bentuk tapi masih sangat lembek.
    2. Kering, tidak lagi lembab pada suhu ruang.
    3. Matang.
    4. Pembakaran. Pada suhu rendah (<1000oC), molekul air, CO2, dan zat organic tersingkirkan. Bahan baku berubah menjadi mineral baru. Suhu yang digunakan dapat mencapai hingga 1400 oC, kadang lebih.
    5. Pengglasuran. Bertujuan memenuhi tuntutan bentuk. 1) Membuat keramik kedap air, dan membuat permukaan mudah dibersihkan. 2) Menambah kesadahan. Terdiri dari : glasur borosilikat, feldspat, garam dan timbale.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s